Kenapa Alkohol Bisa Bikin Mabuk?

•July 5, 2010 • Leave a Comment

Semua orang tahu bahwa konsumsi alkohol bisa membuat seseorang mabuk. Tapi apa yang menyebabkan minum alkohol bikin mabuk?

Alkohol adalah produk alami yang dibuat dari biji-bijian, buah atau sayuran yang difermentasi, yaitu suatu proses yang menggunakan ragi atau bakteri untuk mengubah gula menjadi alkohol. Alkohol yang dihasilkan ini bisa digunakan sebagai pembersih, antiseptik atau obat penenang.

Jika terbuat dari bahan alami, mengapa alkohol bisa berbahaya dan memabukkan?

Seperti dikutip dari Kidshealth, Senin (5/7/2010) ketika seseorang mengonsumsi alkohol, maka cairan ini akan diserap ke dalam aliran darah. Hal ini tentu saja mempengaruhi sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) yang mengontrol hampir semua fungsi tubuh.

Alkohol adalah sebuah depressan yang berarti memperlambat fungsi sistem saraf pusat. Zat ini bisa menghambat beberapa pesan yang seharusnya disampaikan ke otak. Karena ada hambatan tersebut, maka bisa mengubah persepsi, emosi, gerakan, penglihatan dan juga pendengaran seseorang.

Dalam jumlah yang sangat kecil alkohol dapat membantu seseorang merasa lebih santai dan mengurangi rasa cemas. Namun jika jumlahnya berlebihan bisa menyebabkan perubahan besar di otak, sehingga menghasilkan intoxication.

Gejala yang timbul jika intoxication adalah terhuyung-huyung, kehilangan koordinasi serta tidak sadar dengan ucapannya. Terkadang juga membuat orang bingung atau mengalami disorientasi.

Orang yang mabuk berpikir bahwa dirinya bisa bergerak dengan baik, padahal kenyataannya tidak seperti itu dan keluar dari karakter orang tersebut. Reaksi yang timbul sangat tergantung dari tiap orang, pada beberapa orang efek yang muncul bisa sangat ramah berbiara atau justru sangat agresif dan marah.

Jika banyak konsumsi alkohol dalam waktu singkat, maka efeknya bisa lebih cepat yang ditandai dengan muntah. Untuk kasus ekstrimnya adalah pingsan, sesak napas, gula darah rendah, kejang dan bahkan bisa berakibat kematian.

Perubahan sistem saraf yang berasal dari minuman alkohol bisa membuat seseorang melakukan hal-hal bodoh atau memalukan. Karena gangguan dari sistem saraf itulah yang membuat seseorang menjadi mabuk jika mengonsumsi alkohol.

Sumber: http://health.detik.com/read/2010/07/05/075523/1392761/763/kenapa-alkohol-bisa-bikin-mabuker

7 Rahasia Otak Pria

•July 5, 2010 • Leave a Comment

Benarkah yang ada dalam otak pria hanya urusan seks? Benarkah pria juga bisa tersentuh hatinya hingga menitikkan air mata? Baca yang berikut ini untuk menguak rahasia otak pria.

1. Lebih emosional
Perempuan memang dikenal lebih emosional. Padahal sesungguhnya pria juga punya reaksi emosi yang kuat, tetapi itu sebelum mereka menyadari perasaannya.

Dalam sebuah penelitian yang dimuat di jurnal Scandinavian Journal of Psychology, diketahui begitu seorang pria sadar atau mengenali perasaan hatinya, mereka akan langsung memasang tampang datar. Tak heran kalau mereka dianggap lebih “kuat” menahan emosi.

2. Tak tahan kesepian
Meskipun ada saat-saat tertentu dalam hidup ini yang membuat kita merasa kesepian, ternyata perasaan sendiri ini lebih menyiksa bagi kaum pria. Penelitian menyebutkan kesepian bisa menyebabkan gangguan kesehatan.

Karena itulah, pria yang memiliki hubungan yang stabil cenderung lebih sehat, panjang umur, dan memiliki kadar hormon pelawan stres lebih tinggi. Studi yang dimuat dalam jurnal Biology of Reproduction tahun 2009 menyebutkan pria yang menikah memiliki tingkat kesuburan lebih panjang dibanding pria yang jomblo.

3. Fokus pada solusi
Banyak orang berpendapat bahwa kaum perempuan merupakan teman curhat yang baik karena mereka mudah berempati. Sesungguhnya “sistem empati” dalam otak pria juga memberikan respon saat orang lain terlihat stres atau bermasalah. Namun, bagian otak lain yang berfokus pada solusi segera mendominasi.

“Dengan segera berbagai solusi pada masalah segera bermunculan di otak pria,” kata Dr.Louann Brizendine, ahli psikologi klinik dari Univesity of California, AS. Akibatnya, pria akan lebih fokus untuk menawarkan solusi ketimbang menunjukkan solidaritas atau berempati pada perasaan orang lain.

4. Mudah tergoda
Hormon testosteron punya kaitan erat dengan sikap agresif dan kekerasan. Namun hormon ini juga mengatur libido. Pada pria, testosteron ini jumlahnya enam kali lebih banyak dibanding pada wanita. Itu sebabnya laki-laki jauh lebih terobsesi terhadap seks daripada perempuan.

5. Posesif
Dalam teori evolusi, salah satu tugas pria adalah mempertahankan teritorinya. Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan area otak “mempertahankan teritori” ini lebih luas dibanding pada otak hewan betina. Meskipun perempuan juga punya kecenderungan untuk posesif, namun pria relatif tak segan menggunakan kekuatannya ketika teritori mereka, bisa berupa keluarga atau kekasih, terancam.

6. Menyukai hirarki
Hirarki yang tidak jelas bisa mendatangkan rasa cemas bagi pria. Mereka akan bingung menentukan siapa yang paling berkuasa. Karena itu sistem komando, seperti yang dipraktikkan oleh militer atau organisasi perusahaan, akan meredakan pengaruh testosteron dan mengekang sikap agresif pria.

7. Siap menjadi ayah
Pada saat kehamilan, bukan hanya hormon calon ibu yang berubah, tapi juga calon ayah. Pada pria juga akan terjadi peningkatan hormon prolaktin dan penurunan testosteron. Dengan kata lain, pada otak pria juga terjadi perubahan sedemikian rupa yang membuatnya siap menyambut calon buah hatinya.

Sumber: http://kesehatan.kompas.com/read/2010/07/05/10250596/7.Rahasia.Otak.Pria-5

Otak Sebagai Sumber Komunikasi Peradaban

•March 16, 2010 • Leave a Comment

Otak sebagai sumber komunikasi peradaban Minimal terdapat dua alasan mengapa otak sangatlah penting bagi manusia.

Pertama, secara biologis otak adalah pusat semua aktivitas tubuh, baik itu kegiatan disadari maupun tidak disadari. Oleh karenanya, otak selalu diklaim sebagai Central Prosesor Unit (CPU), sistem komputerisasi tubuh manusia.

Kedua, secara simbolis, otak diposisikan pada bagian tubuh paling atas dan menempati posisi paling tinggi dari semua organ tubuh. Otak memproduksi pikiran. Pikiran manusia senantiasa abadi meskipun manusia dan otaknya telah tiada. Di samping itu, otak manusia memiliki daya tampung yang cukup banyak.

Kelebihan lain dari otak manusia adalah memiliki letak (peta) yang begitu kompleks dan multifungsi sehingga dengan fungsinya masing-masing otak dapat dibedakan, misalnya, ada otak depan, otak belakang, otak kanan, otak kiri, kulit otak, dan sebagainya. Bagian-bagian dari otak tersebut di atas, dalam dunia keseharian memiliki peran dan fungsi masing-masing. Otak kanan, misalnya, banyak digunakan untuk segala sesuatu yang bersifat seni dan perasaan, emosi, serta lainnya. Sementara itu, segala sesuatu yang bersifat matematis, objektif, dan rasional lebih banyak menggunakan fungsi otak kiri.

Kajian tentang otak dan kecerdasan manusia sangat penting dalam komunikasi peradaban, karena peradaban (komunikasi peradaban) menjadikan “mind” sebagai landasan berpijaknya. Dari penjelasan di atas, dapat dikatakan bahwa suatu peradaban haruslah dikomunikasikan (dikonstruksi/disosialisasikan) oleh aktor-aktor peradaban yang memiliki tingkat kecerdasan yang komplet, yakni memiliki IQ, EQ, dan SQ yang baik. Di tangan aktor peradaban yang memiliki ketiga kecerdasan tersebut, peradaban yang lahir adalah peradaban yang rah-matallilalamiin.

Sebaliknya, tanpa memiliki ketiga kecerdasan tersebut peradaban yang akan dihasilkan adalah peradaban yang “pincang” dan akan hancur, seperti hancurnya negeri-negeri (peradaban-peradaban) tempo dulu sebagaimana telah digambarkan oleh Harun Yahya (2004) dalam bukunya “Negeri-Negeri yang Musnah”.

(diambil dari http://bataviase.co.id/node/52778)

Cegukan 3 Tahun Ternyata Ada Tumor di Otak

•January 14, 2010 • Leave a Comment

Yorks, Inggris, Selama 3 tahun Christopher Sands mengalami cegukan yang tidak pernah berhenti. Karena cegukan yang tidak mau berhenti itu dia jadi sulit bicara, tidur dan makan. Ternyata cegukan terus menerus itu karena tumor di otaknya.

Penderitaan aneh ini telah dirasakan sejak September 2006. Sands mengalami cegukan setiap 2 detik dan membuatnya harus cegukan sebanyak 7,9 juta dalam setahun.

Sands sempat melakukan serangkaian tes dan scan reguler tapi tidak menemukan akar masalahnya. Saat berat badannya turun secara drastis, Sand sempat akan menjalani pembedahan perut untuk mencari tahu apa yang salah.

Tapi pada Agustus 2009, Sands pergi ke Tokyo dan melakukan scan MRI. Ternyata didapati ada pertumbuhan tumor sebesar 1,2 cm di batang otaknya. Dokter percaya tekanan dari tumor yang tumbuh tersebut bisa mempengaruhi sistem saraf sehingga memicu Sands untuk tidak berhenti cegukan.

Meskipun dokter telah memberikan peringatan bahwa tumor tersebut tidak dapat dioperasi, tapi Sands tetap keukeuh untuk mempersiapkan operasi otak yang rumit di Royal Hallamshire Hospital di Sheffield, Yorks.

Sands menjalani operasi sebulan kemudian dan menghabiskan waktu di rumah sakit selama 6 hari. Operasi yang dilakukan berhasil mengangkat 60 persen dari tumor dan menghilangkan cegukan yang cukup banyak. Cegukannya sudah berkurang setelah menjalani operasi pengangkatan tumor di otaknya.

Tapi operasi itu juga memberikan dampak ke tubuhnya. Sands kini menderita mati rasa pada bagian kiri tubuhnya dan mengalami kesulitan dalam koordinasi. Dokter mengungkapkan dibutuhkan waktu sekitar 3 tahun agar bisa kembali normal.

“Aku menangis ketika keluar dari kamar operasi karena tidak bisa menerima hal ini. Tapi saya merasakan ada kemajuan setelah 3 tahun terakhir,” ujar Sands, seperti dikutip dari Telegraph, Kamis (14/1/2010).

Meskipun mengalami mati rasa dan kesulitan koordinasi, tapi perkembangan Sands justru lebih baik dari pada yang dibayangkan oleh dokter sebelumnya. Sands tetap berharap di masa depan akan ada bantuan besar yang bisa membantunya untuk bisa hidup normal kembali.

Ketika pertama kali didiagnosis ada tumor di otaknya, dokter telah memperingatkan bahwa operasi yang sukses akan sulit dicapai. Karena sangat sedikit sekali ahli bedah yang bisa menangani tumor seperti itu. Jika tumor tersebut tidak dapat dioperasi, biasanya diperlukan pengobatan seperti radioterapi untuk menyelamatkan nyawanya.

Cegukan memang bisa menjadi gejala dari penyakit, terutama jika dialami secara terus menerus (permanen). Gejala ini biasanya berhubungan dengan adanya masalah di otak seperti tumor otak, stroke, adanya infeksi di susunan saraf otak atau bisa juga akibat adanya gangguan elektrolit.

(sumber: detik.com)

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.