Do’a (bag. 5)

Ada komentar mengenai do’a, jika kita selalu berdo’a dan meminta seakan-akan kita menganggap Tuhan sebagai “kacung”, tukang memenuhi do’a dan kita tidak memosisikan Tuhan sebagai Tuhan.
Sebenarnya do’a adalah sesuatu yang diperintahkan Tuhan, saya pikir Tuhan juga senang jika kita berdo’a, dengan berdo’a kita justru memosisikan Tuhan sebagai Tuhan yang Pengasih dan Penyayang.
Sebenarnya yang Tuhan tidak suka adalah bukan karena kita sering berdo’a, akan tetapi ketika do’a kita telah dikabulkan, kita jadi orang yang lupa dan tak pernah bersyukur, seakan-akan itu semua adalah hasil usaha dari diri sendiri. Untuk hal ini, jangan lupa, anda juga harus melengkapi do’a agar menjadi orang yang selalu bersyukur dan tidak pernah lupa kepada Allah. Amin. Juga Tuhan tidak suka, jika kita telah meminta ampun dari dosa, kita berbuat lagi, minta ampun lagi, berbuat lagi.
Komentar lain mengenai do’a, mereka menganggap do’a itu adalah sesuatu hal yang terlemah dari kegiatan lain. Sampai-sampai ada candaan, “mohon ma’af saya cuma bisa bantu do’a aja ya”, Ini juga salah menempatkan do’a. Kalau kita sudah punya sesuatu untuk dikerjakan, tidak perlu berdo’a, bismillah..dan kerjakan saja. Seperti kita sudah punya beras, air dan ricecooker, yaa.. tinggal masak saja. Do’anya kita panjatkan agar makanan ini dapat bermanfaat bagi kesehatan dan ibadah kita.
Do’a dikerjakan ketika kita menginginkan sesuatu yang hasilnya belum bisa kita pastikan lalu kita meminta bantuan agar sistem manajerialNya bekerja untuk mensukseskan do’a kita. Begitu banyak kesaksian yang kita baca dari buku-buku, lihat di TV tentang penyakit kanker, kesulitan ekonomi, problem-problem hidup diselesaikan dengan Zikir dan Do’a.
Dalam riwayat yang tertulis di kitab suci, nabi Musa yang tidak fasih berbicara, berdo’a agar ketika bertemu dengan raja Fir’aun, dapat fasih berbicara. Nabi Ibrahim meminta keturunan yang sholeh. Nabi Yunus yang tertelan ikan paus, dapat selamat karena zikir dan do’a.
So, dengan demikian do’a bukanlah sesuatu hal yang terlemah tapi sesuatu yang dapat MENDATANGKAN KEAJAIBAN. Jika ada orang yang ingin membantu anda dengan do’a dengan nada bercanda, tidak perlu marah, mereka tidak tahu… amienkan saja dan minta lakukan dengan serius… Amien.
