Ketika berlebihan anda mengalami OCD

SMSJatuh cinta dan cemburu yang berlebihan memiliki fenomena kimia yang sama dengan penyakit jiwa bernama OCD? Masa seh.

Prof. Marazitti, profesor dibidang psikiatri Universitas Pisa Italia, membandingkan kadar serotonin (happy messenger) pada 24 orang yang sedang jatuh cinta dengan orang penderita OCD, menemukan bahwa orang yang sedang jatuh cinta dan penderita OCD turun hingga 40% dibawah normal. Dengan kata lain orang yang jatuh cinta memiliki gejala yang sama dengan OCD. Walau tidak dikatakan secara explisit, tetapi tersimpulkan dari riset ini bahwa orang yang sedang jatuh cinta menjadi sangat tidak rasional dan kehilangan nalar kritis, seperti halnya penderita gangguan jiwa. Masuk akal jika ada kisah romantis Facebooker mengabaikan banyak masalah keluarga dan kerja.

Apa itu OCD?

OCD adalah Obsessive-Compulsive Disorder atau Gangguan Obsesif-kompulsif yaitu kondisi dimana individu tidak mampu mengontrol dari pikiran-pikirannya yang menjadi obsesi yang sebenarnya tidak diharapkannya dan mengulang beberapa kali perbuatan tertentu untuk dapat mengontrol pikirannya tersebut untuk menurunkan tingkat kecemasannya. Gangguan obsesif-kompulsif merupakan gangguan kecemasan dimana dalam kehidupan individu didominasi oleh repetatif pikiran-pikiran (obsesi) yang ditindaklanjuti dengan perbuatan secara berulang-ulang (kompulsi) untuk menurunkan kecemasannya. Sampai disini ngerti nggak ya? saya anggap ngerti aja deh… sederhananya adalah Obsesif adalah pikiran yang mengganggu, Kompulsif adalah perbuatan untuk melepaskan atau melawan dari gangguan pikiran tersebut.

Penderita gangguan ini mungkin telah berusaha untuk melawan pikiran-pikiran menganggu tersebut yang timbul secara berulang-ulang akan tetapi tidak mampu menahan dorongan melakukan tindakan berulang untuk memastikan segala sesuatunya baik-baik saja.

Pelbagai perilaku Gangguan obsesif kompulsif

Individu yang mengalami gangguan obsesif-kompulsif sebagian besar menunjukkan perilaku kompulsif sebagai bentuk lanjutan dari pikiran-pikiran negatif sebelumnya yang muncul secara berulang, seperti ketakutan terinfeksi kuman, penderita gangguan obsesif-kompulsif sering mencuci tangan (washer) dan perilaku umum lainnya adalah memeriksa (checker) seperti rasa cemas akan kemalingan, penderita gangguan obsesif-kompulsif sering memeriksa pintu apakah sudah dikunci apa belum.

Pelbagai bentuk perilaku gangguan obsesif-kompulsif lainnya adalah;
- Mandi dan menggosok badannya secara berkali-kali dengan sabun disinfektan (cemas berlebihan akan bakteri atau kuman yang dapat membuatnya terinfeksi)
- Memeriksa kompor berulang-ulang apakah sudah dimatikan (cemas berlebihan akan kebakaran)
- Memeriksa toilet apakah ada binatang atau serangga hidup di dalamnya atau terjatuh kedalam toilet (cemas berlebihan untuk membunuh makhluk hidup)
- Mengulang pekerjaannya berkali-kali apakah sudah bagus (sangat perfeksionis)
- Menyisir dan berdandan berkali-kali di depan cermin (cemas berlebihan akan penampilan tidak rapi)
- Mengulang berhitung berkali-kali (cemas berlebihan akan kesalahan pada urutan bilangan)
- Menimbun barang (cemas berlebihan akan krisis kelangkaan barang).
- SMS berkali-kali kepada sang pacar (cemas berlebihan karena takut berselingkuh)

Gangguan obsesif-kompulsif tidak ada kaitan dengan bentuk karakteristik kepribadian seseorang, pada individu yang memiliki kepribadian obsesif-kompulsif cenderung untuk bangga dengan ketelitian, kerapian dan perhatian terhadap hal-hal kecil, sebaliknya pada gangguan obsesif-kompulsif, individu merasa tertekan dengan kemunculan perilakunya yang tidak dapat dikontrol. Mereka merasa malu bila perilaku-perilaku tersebut dipertanyakan oleh orang yang melihatnya karena melakukan pekerjaan yang secara berulang-ulang. Mereka berusaha mati-matian untuk menghilangkan kebiasaan tersebut.

Gangguan obsesif-kompulsif erat kaitan dengan depresi, atau riwayat kecemasan sebelumnya. Beberapa gejala penderita obsesif-kompulsif seringkali juga menunjukkan gejala yang mirip dengan depresi.

Simptom

Simptom ditandai dengan pengulangan (repetatif) pikiran dan tindakan sedikitnya 4 kali untuk satu kompulsi dalam sehari dan berlangsung selama 1 sampai 2 minggu selanjutnya. Gejala utama obsesi-kompulsif harus memenuhi kriteria;

1) Perilaku dan pikiran yang muncul tersebut disadari sepenuhnya oleh individu atau didasarkan pada impuls dalam dirinya sendiri. Individu juga menyadari bahwa perilakunya itu tidak rasional, namun tetap dilakukan untuk mengurangi kecemasan.
2) Beberapa perilaku yang muncul disadari oleh oleh individu dan berusaha melawan kebiasaan dan pikiran-pikiran rasa cemas tersebut sekuat tenaga, namun tidak berhasil.
3) Pikiran dan tindakan tersebut tidak memberikan perasaan lega, rasa puas atau kesenangan, melainkan disebabkan oleh rasa khawatir secara berlebihan dan mengurangi stres yang dirasakannya.
4) Obsesi (pikiran) dan kompulsi (perilaku) sifatnya berulang-ulang secara terus-menerus dalam beberapa kali setiap harinya.

Treatment

Psikoterapi.
Treatment psikoterapi untuk gangguan obsesif-kompulsif umumnya diberikan hampir sama dengan gangguan kecemasan lainnya. Ada beberapa faktor OCD sangat sulit untuk disembuhkan, penderita OCD kesulitan mengidentifikasi kesalahan (penyimpangan perilaku) dalam mempersepsi tindakannya sebagai bentuk penyimpangan perilaku yang tidak normal. Individu beranggapan bahwa ia normal-normal saja walaupun perilakunya itu diketahui pasti sangat menganggunya. Baginya, perilaku kompulsif tidak salah dengan perilakunya tapi bertujuan untuk memastikan segala sesuatunya berjalan dengan baik-baik saja. Faktor lain adalah kesalahan dalam penyampaian informasi mengenai kondisi yang dialami oleh individu oleh praktisi secara tidak tepat dapat membuat individu merasa enggan untuk mengikuti terapi.

Cognitive-behavioural therapy (CBT) adalah terapi yang sering digunakan dalam pemberian treatment pelbagai gangguan kecemasan termasuk OCD. Dalam CBT penderita OCD pada perilaku mencuci tangan diatur waktu kapan ia mesti mencuci tangannya secara bertahap. Bila terjadi peningkatan kecemasan barulah terapis memberikan izin untuk individu OCD mencuci tangannya. Terapi ini efektif menurunkan rasa cemas dan hilang secara perlahan kebiasaan-kebiasaannya itu.

Dalam CBT terapis juga melatih pernafasan, latihan relaksasi dan manajemen stres pada individu ketika menghadapi situasi konflik yang memberikan kecemasan, rasa takut atau stres muncul dalam diri individu. Pemberian terapi selama 3 bulan atau lebih.

Agama, ya ini penting karena kecemasan kebanyakan dialami oleh orang yang kurang beriman.

~ by Evolution Brain on November 1, 2009.

Leave a Reply