Apa yang dimaksud dengan “memahami” itu?

karate_kid_movie_stillMemahami suatu informasi apabila informasi itu punya asosiasi atau kaitan dengan informasi yang sebelumnya sudah kita simpan di otak kita. Dengan kata lain, kita “tidak akan dapat memahami” apabila informasi yang baru kita terima itu tidak bisa kita hubungkan dengan informasi atau pengetahuan yang sudah ada di otak kita sebelumnya – apapun informasi itu, entah dari buku, latihan, percakapan, seminar, instruksi atau apa saja sehingga dapat dikatakan bahwa “tanpa memori, pengetahuan tak ada artinya.” (What is Knowledge without memory?”).

Mungkin anda pernah nonton film “Karate Kids” (1984), disitu kita bisa lihat perumpamaan pembelajaran dari tema pemahaman ini. Diceritakan seorang pemuda ingin belajar ilmu karate dari seorang master. Sang Master tersebut tidak langsung mengajarkan jurus-jurus ilmu karate, akan tetapi dia menyuruh pemuda tersebut mencuci mobil. Cara mencuci dan mengelap mobilnya dengan gerakan tangan yang khusus. Kalau tangan kiri, bergerak memutar berlawanan arah jarum jam, kalau tangan kanan bergerak memutar searah jarum jam.

Setelah selesai mencuci satu mobil, sang pemuda mengira dia akan mendapatkan pelajaran jurus karate sebagai upahnya, namun apa yang terjadi?, dia disuruh mengerjakan mencuci mobil-mobil yang lain. Terus dan terus sampai akhirnya sang pemuda jengkel dan marah merasa dipermainkan. Pada saat ketegangan memuncak, sang master memukul si pemuda dan si pemuda secara reflek menangkis pukulannya sesuai dengan gerakan mencuci mobil…. pada saat itu si pemuda sadar dan memahami pelajaran yang diambil dari cara mencuci mobil sebelumnya… you see!

Perihal Tuhan, kita ada data yang disampaikan bahwasanya dahulu kala sebelum kita turun kebumi, kita telah naik saksi.

Surat Al A’raaf 172: “Dan ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul, kami menjadi saksi.” agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang lupa terhadap ini”.

Kata “lupa” menandakan ada informasi dan informasi itu tersimpan dalam memori di jiwa kita. Apakah kata “Dzikrullah” ada korelasinya dengan peristiwa yang terjadi sebelum kita ada? Para spiritualis mencari pengetahuan ini dan ingin mengembalikan memori mereka akan hal ini. Diujung perjalanan dan pertemuan kembali, mereka biasanya menyebut: Ah Ha..! sebagai tanda kesadaran mereka telah kembali.

Jika saja hal tersebut belum pernah disimpan di memori mereka, mereka tidak akan berkata “ah ha”, tapi tidak mengerti dan bingung, seperti orang pergi ke dalam hutan lalu berupaya mencari jalan pulang tapi tak menemukan rumahnya dan justru bertemu dunia yang belum pernah dia lihat.

Advertisement

~ by Evolution Brain on November 15, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.